Berita

Isu Influenza A Menyebar di Lombok Tengah, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus Terdiagnosis
Blog Single

Isu Influenza A Menyebar di Lombok Tengah, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus Terdiagnosis

Lombok Tengah – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Tengah angkat bicara soal kabar meningkatnya kasus Influenza A di wilayah tersebut. Kepala Dinkes Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansyah, menegaskan bahwa hingga kini belum ada kasus Influenza A yang terdiagnosis secara resmi.

Menurutnya, penetapan diagnosis Influenza A harus melalui pemeriksaan biologi molekuler, mirip prosedur tes COVID-19 di masa lalu. Pemeriksaan tersebut sampai saat ini belum dilakukan di Lombok Tengah.

Meski demikian, Dinkes menerima laporan adanya sejumlah warga yang mengalami gejala mengarah ke Influenza A. Kasus-kasus itu masih berstatus suspek.

Dr. Mamang menjelaskan bahwa Influenza A berbeda dengan COVID-19. Pada Kamis (15/10/2026), ia mengatakan gejalanya cenderung berlangsung lebih lama dan lebih berat dibandingkan flu biasa, meskipun virus dasarnya tetap influenza.


Virus ini mudah menyerang saat daya tahan tubuh sedang menurun. Karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga pola hidup sehat. Untuk pasien bergejala, penanganan dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh serta memberikan obat sesuai gejala, misalnya penurun panas saat demam dan vitamin.

Dalam upaya pencegahan, Dinkes menyoroti tiga komponen yang saling berkaitan, yakni virus, tubuh penderita, dan lingkungan. Faktor lingkungan seperti cuaca, suhu, dan kelembapan sulit diubah, sehingga fokus diarahkan pada penguatan daya tahan tubuh. Masyarakat dianjurkan cukup beristirahat, mengonsumsi air putih yang cukup, dan menerapkan pola hidup sehat.

Dinkes juga tidak merekomendasikan pembatasan jarak ketat seperti pada masa pandemi COVID-19.

Terkait risiko, dr. Mamang menyebut komplikasi lanjutan dapat memengaruhi otak dan paru-paru. Namun, berdasarkan data nasional yang diketahui, belum ada kasus kematian akibat keparahan ekstrem. Ciri yang menonjol adalah masa sakit yang lebih panjang.

Sejauh ini, Dinkes baru mencatat satu hingga dua kasus bergejala menyerupai flu berkepanjangan. Situasi tersebut belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) di Lombok Tengah, dan swab massal bagi warga bergejala ringan tidak diwajibkan seperti pada era pandemi.

Related Posts: