Dinkes Lombok Tengah Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit di Musim Hujan
LOMBOK TENGAH – Menghadapi meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah Kabupaten Lombok Tengah, masyarakat diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatan diri dan kebersihan lingkungan. Hal ini penting dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul maupun mengalami peningkatan selama musim penghujan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah mengingatkan bahwa perubahan kondisi lingkungan akibat curah hujan tinggi dapat memicu berbagai permasalahan kesehatan. Genangan air, banjir, kelembapan lingkungan, hingga terganggunya ketersediaan air bersih dan sanitasi menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.
Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai di antaranya Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, leptospirosis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta penyakit kulit dan gangguan kesehatan lainnya yang berkaitan dengan kondisi lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansah, Sp.PD, menegaskan bahwa menjaga kesehatan selama musim hujan memerlukan kesadaran dan peran bersama. Masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat mulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Menurutnya, tindakan pencegahan harus dilakukan sebelum munculnya kasus penyakit, bukan setelah ada anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.
"Kesadaran untuk menjaga kesehatan perlu dimulai dari rumah masing-masing. Jangan menunggu sampai ada keluarga yang sakit. Pencegahan sejak dini merupakan langkah penting agar berbagai risiko penyakit selama musim penghujan dapat kita hindari," pesannya.
Ada beberapa hal yang menjadi perhatian masyarakat dalam menghadapi musim penghujan.
Pertama, mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD dengan rutin melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus. Kegiatan ini meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air hujan. Penggunaan kelambu dan obat antinyamuk juga dapat menjadi langkah perlindungan tambahan.
Kedua, memastikan air yang digunakan sehari-hari tetap bersih dan layak untuk dikonsumsi. Masyarakat perlu membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, khususnya sebelum makan, saat menyiapkan makanan, dan setelah menggunakan toilet. Konsumsi makanan maupun minuman yang berpotensi tercemar air banjir juga harus dihindari.
Ketiga, meningkatkan kewaspadaan terhadap leptospirosis, yaitu penyakit akibat infeksi bakteri yang dapat masuk ke tubuh melalui kontak dengan air atau tanah yang tercemar urine hewan, terutama tikus. Saat terpaksa beraktivitas di kawasan banjir atau genangan, masyarakat disarankan menggunakan alas kaki dan alat pelindung. Apabila mengalami demam setelah kontak dengan air banjir, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Keempat, menjaga kondisi tubuh agar tetap prima dan mengurangi risiko ISPA. Pemenuhan gizi seimbang, istirahat yang cukup, menjaga sirkulasi udara di dalam rumah, serta menerapkan etika batuk dan bersin merupakan kebiasaan yang perlu diperhatikan. Penggunaan pakaian hangat juga dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca.
Kelima, menjaga kebersihan makanan dan lingkungan sekitar. Pastikan bahan makanan diolah hingga matang dan disimpan secara higienis. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran drainase dan sungai, karena dapat menghambat aliran air serta memicu terjadinya genangan.
Keenam, memperhatikan keselamatan selama terjadi banjir. Anak-anak, lanjut usia, balita, ibu hamil, dan masyarakat dengan penyakit kronis perlu mendapatkan perhatian khusus. Aktivitas bermain maupun melintasi aliran banjir harus dihindari karena dapat membahayakan keselamatan dan meningkatkan risiko terpapar sumber penyakit.
Selain melakukan pencegahan, masyarakat juga diharapkan lebih peka terhadap gejala gangguan kesehatan. Demam tinggi, sakit kepala berat, nyeri otot, muntah berulang, diare berat, tanda-tanda dehidrasi, sesak napas, hingga perdarahan merupakan gejala yang tidak boleh dianggap sepele dan perlu segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Dinkes Lombok Tengah turut mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat, khususnya antibiotik tanpa indikasi dan resep dari tenaga medis. Penanganan penyakit sebaiknya dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan anjuran petugas kesehatan.
Sebagai langkah antisipasi di tingkat pelayanan, seluruh Puskesmas di Kabupaten Lombok Tengah juga telah diimbau untuk memperkuat pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kerja masing-masing. Upaya tersebut mencakup peningkatan surveilans terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan wabah, deteksi dini perkembangan kasus, serta penguatan kegiatan edukasi dan promosi kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga musim penghujan tidak diikuti dengan peningkatan kasus penyakit maupun kejadian luar biasa (KLB).
"Harapan kita, masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas secara sehat dan produktif meskipun berada dalam periode musim penghujan. Kebersihan lingkungan, kewaspadaan terhadap gejala penyakit, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemeriksaan sejak dini menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan bersama," tambahnya.
Melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari menjaga kebersihan rumah, mengelola sampah, memastikan ketersediaan air bersih, hingga segera mengakses pelayanan kesehatan ketika mengalami gejala penyakit, masyarakat diharapkan mampu meminimalkan risiko gangguan kesehatan selama musim penghujan.
Menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan kepedulian bersama yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.


.png)

