Pelatihan e-Puskesmas Tingkat Puskesmas se-Kabupaten Lombok Tengah

Praya, 4 September 2016

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah dengan PT. Telkom dan BPJS dan sekaligus sebagai upaya peningkatan kemampuan petugas SIK Puskesmas di Kabupaten Lombok Tengah dalam pengelolaan Sistem Pencatata dan Pelaporan (Catpor) berbasis Teknologi Informasi maka pada tanggal 27 sampai 31 Agustus 2016 di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah berlangsung kegiatan pelatihan e-Puskesmas yang dihadiri oleh petugas SIK Puskesmas dan Petugas SIK Kabupaten. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp. A.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan agar nantinya setiap Puskesmas menggunakan aplikasi e-Puskesmas sebagai sistem Catpor di puskesmas yang terintergrasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten lombok Tengah, sehingga akan lebih memudahkan dilakukan pemantauan secara kontinyu terhadap 25 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam kesempatan yang sama juga turut hadir dari PT. Telkom sebagai penyedia server dan  PT. Infokes sebagai pengembang aplikasi e-Puskesmas.

Diharapkan dengan pemanfaatan teknologi informasi yang ada saat ini  akan dapat meningkatkan  pelayanan kesehatan di Puskesmas sekaligus dapat menjembatani komunikasi data antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Belum Ditemukan Kasus Zika di Indonesia

Jakarta, 31 Agustus 2016
Kasus Zika telah menyebar secara global ke berbagai negara di dunia. WHO memasukkan kasus ini ke dalam Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Saat ini Indonesia meningkatkan kewaspadaan terkait kasus Zika yang terjadi di Singapura.

Pada saat ini di Indonesia belum ditemukan kasus positif Zika. Adapun 1 kasus yang pernah ditemukan di Jambi didasarkan dari  laporan Lembaga Eijkman. Laporan ini dibuat setelah dilakukan penelitian oleh Eijkman ketika terjadi KLB DBD di Jambi pada tahun 2014. Demikian penjelasan Menkes RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) menanggapi pertanyaan dari media terhadap kasus Zika di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta (31/8). Menkes menjelaskan penularan virus Zika adalah melalui nyamuk Aedes Aegypty, yang merupakan nyamuk yang sama dalam menularkan DBD. Oleh karena itu masyarakat diminta waspada dan lebih berhati-hati ketika bepergian keluar negeri terutama bagi ibu hamil. Yang ditakuti dari virus Zika ini kalau ibu hamil yang terinfeksi berisiko memiliki anak yang terkena microchephaly, ujar Menkes.

Di tempat yang sama, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM menegaskan kembali penemuan satu kasus positif Zika di Jambi yang dilakukan oleh Lembaga Eijkman merupakan  hasil dari lembaga Eijkman bukan hasil resmi yang dikeluarkan oleh Kemenkes. Perlu saya tegaskan kembali di Indonesia belum ditemukan atau dilaporkan adanya kasus positif Zika pada manusia. Jadi hasil yang ditemukan oleh lembaga Eijkman itu adalah lembaga riset, sementara yang resmi adalah dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) kita, tegas dr. Subuh.

Sumber:
http://www.depkes.go.id/article/view/16090100001/belum-ditemukan-kasus-zika-di-indonesia.html

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Penandatanganan MoU Dinas Kesehatan Kab. Lombok Tengah dengan Telkom dan BPJS Kesehatan

Selasa, 28 Juni 20

Komitmen Dinas Kesehatan Kab. Lombok Tengah dalam Pelayanan Publik di Puskesmas dengan diadakannya Penandatanganan  Kerjasama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia sebagai penyedia Layanan ePuskesmas dan Penandatanganan MoU dengan BPJS Kesehatan terkait Bridging Sistem bertempat di Hotel dPraya Lombok. Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I Setda Lombok Tengah, HL M Amin, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, M. Farid, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Lombok Tengah, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, GM Telkom Witel NTB, Bonifatius Hendrianto, Busines Development PT. Infokes Indonesia, Ayi Iin Damini dan seluruh Kepala Puskesmas se-Kab. Lombok Tengah.

Komitmen yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan tersebut merupakan tindak lanjut dari sosialisasi awal di Dinas Kesehatan dan pertemuan dengan tim ePuskesmas pada Acara Penandatanganan MoU antara Dinas Kesehatan Kab. Lombok Barat dan PT. Telkom serta BPJS Kesehatan pada tanggal 24 Mei 2016 di Hotel Lombok Plaza Mataram. Kepala Dinas Kesehatan dalam sambutannya menghimbau kepada semua Puskesmas agar dapat memanfaatkan layanan ePuskesmas ini secara maksimal, sehingga dapat membantu mempercepat pelayanan dan pelaporan data kesehatan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah.

Pada sesi pemaparan ePuskesmas yang disampaikan oleh Bpk Ayi selaku Busines Development PT. Infokes Indonesia, 25 Puskesmas yang hadir begitu antusias dan bersemangat untuk segera menggunakan layanan ePuskesmas tersebut untuk membantu mempermudah pelayanan di Puskesmas.

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Sayangi Kami, Sayangi Keluarga, Berhenti Merokok Sekarang Juga

Jakarta, 27 Mei 2016
Kecenderungan perilaku merokok di kalangan generasi muda semakin meningkat, dan yang lebih memprihatinkan anak-anak sudah mulai merokok di usia belia.
Demikian keprihatinan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), dalam sambutannya pada Peluncuran Iklan Layanan Masyarakat (ILM) bertajuk Suara Hati Anak, di salah satu hotel di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/5).
Mengutip data hasil Riskesdas 2013, perilaku merokok pada penduduk 15 tahun ke atas cenderung terus meningkat dari 34,2% pada tahun 2007 menjadi 36,3% pada tahun 2013. Kondisi ini merata di seluruh Provinsi.
Sementara itu, data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2014 Indonesia menunjukkan prevalensi perokok anak usia 13-15 tahun sebesar 20.3%. Data tersebut juga mengungkapkan bahwa anak-anak mengaku terpapar asap rokok di rumah (57,3%), pernah melihat iklan promosi rokok di toko (60,7%) melihat perokok di TV, video atau film (62,7%) dan pernah ditawari oleh sales rokok (7,9%). Di samping itu, data tersebut juga menyatakan bahwa 70,1% pernah melihat pesan anti merokok di media, dan 71,3% berpikir untuk berhenti merokok karena peringatan kesehatan bergambar.
Pesan-pesan kesehatan tentang bahaya merokok yang kita tayangkan sebenarnya mendapat perhatian dari anak-anak kita yang merupakan investasi masa depan bangsa, tutur Menkes.
Harapannya, masyarakat khususnya generasi muda harus mendapatkan informasi dan pengetahuan lebih banyak tentang bahaya merokok dari berbagai sisi, tutur Menkes.
Merokok merupakan salah satu penyebab utama kematian penyakit tidak menular yang bisa kita cegah dengan melindungi generasi muda dari paparan asap rokok secara dini. Karena itu, Menkes mengajak masyarakat bersama-sama memiliki komitmen yang tinggi untuk memperjuangkan perlindungan masyarakat khususnya generasi muda dari dampak negatif merokok.
Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh tingkat kualitas kesehatan masyarakatnya termasuk generasi mudanya, tegas Menkes.
Sejalan dengan tema nasional peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2016 yaitu Suarakan Kebenaran menitikberatkan pada perjuangan kita melindungi masyarakat dari dampak negarif merokok yang bukan hanya menimbulkan masalah kesehatan namun juga menghasilkan masalah-masalah sosial baik dalam rumah tangga maupun dalam lingkungan masyarakat.
Tidak sedikit anak-anak putus sekolah karena tidak ada biaya. Tidak terhitung lagi berapa banyak anak-anak yang kekurangan gizi karena pengeluaran rumah tangga lebih banyak untuk membeli rokok, tandas Menkes.
Pada kesempatan yang sama, WHO Representative to the Republic of Indonesia, Dr. Jihanne Tawilah, mengatakan bahwa satu dari lima anak Indonesia memulai perilaku merokok sebelum memasuki usia 10 tahun dan menjadi ketergantungan sebelum usia 13 tahun, bahkan lebih muda dari itu.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, mengatakan iklan layanan masyarakat (ILM) memunculkan dampak sosial yang ditimbulkan akibat mengonsumsi rokok. ILM tersebut dibuat berdasarkan kisah nyata seorang nelayan di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, yang dituturkan oleh salah seorang pejuang pengendalian rokok di Indonesia, Fuad Baradja.
Sebagai penutup, Kementerian Kesehatan bertekad untuk melindungi generasi bangsa tidak hanya dari dampak buruk rokok bagi kesehatan namun juga dampak sosial, lingkungan, ekonomi akibat mengonsumsi rokok dan paparan asap rokok.
Iklan layanan masyarakat (ILM) Suara Hati Anak menampilkan seorang ayah yang harus terbaring di tempat tidur karena penyakit yang disebabkan oleh konsumsi tembakau, putrinya terpaksa meninggalkan sekolah untuk membantu keluarganya. Penderitaan yang dialami keluarga ini merupakan bukti, mulai dari kondisi fisik ayah yang melemah, rasa bersalah karena menjadi penyebab putrinya kehilangan kebahagiaan, dan masa sekolah yang menyenangkan. Sang putri berpikir mengapa ayahnya mengkonsumsi tembakau, dan bertanya Bagaimana Ayah mencintaiku, jika ia tidak mencintai dirinya sendiri?. ILM ini diakhiri dengan seruan Sayangi dirimu, sayangi keluargamu, berhentilah merokok!.

Kementrian Kesehatan RI

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Hati-hati, sering galau bikin wanita sulit punya anak

Diakui atau tidak, wanita lebih sering merasa galau dan stres dibandingkan dengan pria. Apalagi jika kamu termasuk wanita yang selalu over-thinking dan merasa khawatir. Segala macam hal yang terjadi dalam hidup akan kamu pikirkan dengan mendalam dan akhirnya membuatmu jadi stres.

Selain mengganggu kesehatan mental, stres mampu menggerogoti kesehatan fisikmu secara perlahan. Sebab stres yang terjadi di otak, akan menyerang saraf lainnya yang mengendalikan kesehatan anggota tubuh dan sistem tubuh lainnya.

Dilansir dari timesofindia.com, sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa stres bisa mempengaruhi kemampuan wanita untuk memiliki anak atau dengan kata lain bisa menyerang kesehatan reproduksi wanita. Bagaimana bisa?

“Stres dan depresi berkaitan dengan bagian otak yang disebut dengan hypothalamic-pituitary-adrenal axis. Bagian ini akan mempengaruhi siklus menstruasi wanita dan hormon pendukungnya. Saat bagian otak ini terganggu, maka tak hanya siklus menstruasi saja yang kacau. Kesuburan wanita juga berkurang yang kemudian membuat mereka akan kesulitan untuk punya keturunan,” terang penelitian ini.

Oleh karena itulah penelitian ini pun menghimbau agar kamu para wanita untuk belajar dalam mengelola stres yang kamu hadapi. Sebab kesehatan tubuhmu akan terpengaruh karena stres yang terjadi pada tubuhmu

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone