Tentang DBD

MalariaEnsiklopedia medis China dari Dinasti Jin (265 – 420 AD) menceritakan tentang seorang yang mungkin mengalami dengue. Buku tersebut menceritakan tentang racun air yang berhubungan dengan serangga yang terbang. Terdapat juga catatan tertulis dari abad ke-17 tentang apa yang mungkin menjadi epidemik dengue (yakni ketika penyakit menyebar dengan sangat cepat dalam waktu singkat). Laporan-laporan yang paling awal tentang kemugkinan epidemik dengue adalah dari tahun 1779 dan 1780. Laporan ini bercerita tentang epidemik yang menyapu Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Sejak saat itu hingga 1940, tidak banyak lagi epidemik.

Pada Tahun 1906 para ilmuwan membuktikan bahwa manusia terkena infeksi dari nyamuk Aedes. Pada 1907 para ilmuwan menunjukkan bahwa viruslah yang menyebabkan dengue. Ini adalah penyakit kedua yang ditunjukkan sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus. John Burton Cleland dan Joseph Franklin Siler meneliti virus dengue dan mengetahui cara dasar virus menyebar.

Demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk yang mengandung virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai breakbone fever atau bonebreak fever (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah. Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam, sakit kepala, kulit kemerahan yang tampak seperti campak, dan nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah dan rendahnya tingkat trombosit darah. Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.

Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena virus dengue tersebut. Terdapat beberapa tindakan pencegahan demam dengue. Orang-orang dapat melindungi diri mereka dari nyamuk dan meminimalkan jumlah gigitan nyamuk. Para ilmuwan juga menganjurkan untuk memperkecil habitat nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk yang ada. Misalnya dengan menggalakkan gerakan 3M (Menutup, Menguras dan mengubur) barang barang yang kemungkinan dijadikan sarang nyamuk Aedes Aegypti.

Gejala klinis DBD adalah kira-kura  80% dari yang terinfeksi virus dengue tidak menunjukkan gejala, atau hanya menunjukkan gejala ringan (seperti demam biasa), sekitar  5% dari orang yang terinfeksi  akan mengalami infeksi berat, penyakit tersebut pada sebagian kecil penderita bahkan mengancam jiwa dari penderita itu sendiri.

Gejala akan muncul antara 3 dan 14 hari setelah seseorang terpapar virus dengue. Seringkali gejala muncul setelah 4 hingga 7 hari. Oleh karena itu jika seseorang baru kembali dari wilayah yang memiliki banyak kasus dengue, kemudian ia menderita demam atau gejala lainnya setelah lebih dari 14 hari dia kembali dari wilayah tersebut, kemungkinan penyakitnya tersebut bukan dengue. Seringkali apabila anak-anak terkena demam dengue, gejala yang muncul sama dengan gejala pilek atau gastroenteritis (atau flu perut, misalnya, muntah-muntah dan diare). Namun, anak-anak mungkin mengalami masalah yang parah karena demam dengue.

Gejala klasik demam dengue adalah demam yang terjadi secara tiba-tiba, sakit kepala), ruam, nyeri otot dan nyeri sendi. Untuk penyakit ini menggambarkan betapa rasa sakit yang ditimbulkannya dapat menjadi sangat parah. Demam dengue terjadi dalam tiga tahap yakni demam, kritis, dan pemulihan.

Pada fase demam seseorang biasanya mengalami demam tinggi. Panas badan seringkali mencapai 40 derajat Celsius .Penderita juga biasanya menderita sakit yang umum atau sakit kepala. Fase ini biasanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Pada fase ini, sekira 50% hingga 80% pasien dengan gejala mengalami ruam. Pada hari pertama atau kedua, ruam akan tampak seperti kulit yang terkena panas (merah). Selanjutnya pada hari ke-4 hingga hari ke-7 ruam tersebut akan tampak seperti campak. Bintik merah kecil (petechiae) dapat muncul di kulit. Bintik-bintik ini tidak hilang jika kulit ditekan. Penderita mungkin juga mengalami perdarahan ringan membran mukus mulut dan hidung. Demam itu sendiri cenderung akan berhenti kemudian terjadi lagi selama satu atau dua hari. Namun terkadang pola ini berbeda-beda pada masing-masing penderita.

Pada fase Fase kritis  biasanya berlangsung selama hingga 2 hari. Selama fase ini, cairan dapat menumpuk di dada dan abdomen. Hal ini terjadi karena pembuluh darah kecil bocor. Cairan tersebut akan semakin banyak, kemudian cairan berhenti bersirkulasi di dalam tubuh. Ini berarti bahwa organ-organ vital tidak mendapatkan suplai darah sebanyak biasanya. Karena itu, organ-organ tersebut tidak bekerja secara normal. Penderita penyakit tersebut juga dapat mengalami perdarahan parah biasanya pada saluran gastrointestinal.

Pada fase penyembuhan, cairan yang keluar dari pembuluh darah diambil kembali ke dalam aliran darah. Fase penyembuhan biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 hari. Pasien biasanya semakin pulih dalam tahap ini. Namun, mereka mungkin menderita gatal-gatal yang parah dan detak jantung yang lemah. Selama fase ini, pasien dapat mengalami kondisi kelebihan cairan (yakni terlalu banyak cairan yang diambil kembali). Jika terkena otak, cairan tersebut dapat menyebabkan kejang atau perubahan derajat kesadaran (yakni seseorang yang pikirannya, kesadarannya, dan perilakunya tidak seperti biasanya).

Dengue virus ditularkan oleh nyamuk Aedes, khususnya tipe nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini biasanya hidup di antara garis lintang 35° Utara dan 35° Selatan, di bawah ketinggian 1000 m. Nyamuk-nyamuk tersebut lebih sering menggigit pada siang hari. Satu gigitan dapat menginfeksi manusia.

Jika nyamuk betina yang menggigit orang yang terinfeksi, nyamuk tersebut akan menjadi nyamuk infektif. awalnya virus hidup di sel yang menuju saluran pencernaan nyamuk. 8 sd 10 hari berikutnya virus menyebar ke kelenjar saliva nyamuk. Oleh karena itu ketika nyamuk menggigit manusia, saliva yang terinfeksi tersebut masuk ke dalam tubuh manusia dan menginfeksi orang tersebut. Virus sepertinya tidak menimbulkan masalah pada nyamuk yang terinfeksi, yang akan terus terinfeksi sepanjang hidupnya. Nyamuk Aedes aegypti adalah nyamuk yang paling banyak menyebarkan dengue. Dengue juga dapat disebarkan melalui produk darah yang telah terinfeksi dan melalui donasi organ.

Untuk pencegahannya WHO juga menyarankan beberapa tindakan khusus untuk mengendalikan dan menghindarkan gigitan nyamuk. Cara terbaik untuk mengendalikan nyamuk “Aedes aegypti” adalah dengan menyingkirkan habitatnya oleh sebab itu mari bersama sama menggalakkan gerakan 3 M yakni menutup, menguras dan mengubur barang barang yang dijadikan sarang nyamuk Aedes aegypti.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

One thought on “Tentang DBD”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *